Wednesday, January 31, 2018

Mengenal Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang

Hari ini saya akan menceritakan tentang jurusan yang saya ambil di perkuliahan, Pendidikan Luar Biasa. Bersyukur rasanya ketika melihat lebih banyak respon positif daripada negatif ketika orang—orang tahu saya berkuliah di jurusan yang masih tergolong asing di Indonesia ini. 

Pendidikan Luar Biasa dari harfiahnya sudah bisa dibayangkan akan banyak bersinggungan dengan orang-orang luar biasa (disabilitas). Orang-orang yang oleh Tuhan diciptakan memiliki kondisi tidak pada umumnya baik sejak lahir maupun akibat kecelakaan sewaktu sudah dewasa. 

Sekilas kami tampak seperti para pekerja sosial yang merawat orang-orang dengan iba. Tapi di sini kami tidak diajari menumbuhkan iba dari orang normal supaya anak luar biasa tetap dapat bertahan hidup. 




Di Indonesia, sudah ada lebih dari 10 perguruan tinggi yang membuka program studi Pendidikan Luar Biasa. Salah satunya adalah kampus saya, Universitas Negeri Malang yang terletak di Jalan Semarang No 05 Kota Malang. Di sini PLB masuk ke dalam Fakultas Ilmu Pendidikan, fakultas tertua di UM yang telah menghasilkan para guru terbaik di tanah air. 

Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang masih baru berdiri pada tahun 2010, sehingga masih tergolong prodi baru. Namun prestasi serta pertumbuhan prodi ini tergolong amat cepat. Dalam waktu kurang dari 10 tahun PLB UM memiliki Professor, mendapatkan kunjungan studi banding dari salah satu universitas terkemuka di Malaysia, mengadakan seminar internasional, memiliki jurnal internasional sendiri (ICSAR Journal) bahkan sudah berani membuka prodi serupa untuk pascasarjana.

Pembelajaran di Pendidikan Luar Biasa UM banyak memadukan antara teori dengan praktek. Bahkan para alumninya sudah hampir berhasil membuat Sekolah Luar Biasa baru untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Desa Madiredo, Pujon yang kebanyakan datang dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Selanjutnya, SLB ini dikelola bersama dengan mahasiswa aktif yang bersedia menjadi volunteer setiap hari Ahad. 

Ada prinsip kuat yang dipegang oleh para pejabat akademik PLB UM. Prinsip ini ‘Lebih baik kekurangan dosen daripada dosen yang mengajar tidak memenuhi standar kualitas profesional.’ Sehingga di jurusan ini hampir semua dosennya masih impor dari jurusan lain. Beberapa dosen muda yang melamar dan ternyata nilai tesnya tidak memenuhi target akan tetap ditolak betapapun jurusan sedang sangat membutuhkan tambahan tenaga pengajar. 

Akibat prinsip di atas pulalah banyak dosen asli lulusan PLB yang aktif harus menambah banyak jam mengajar supaya semua kelas serta angkatan mendapatkan pelayanan pendidikan setara serta terbaik.
Dari segi akademik perkuliahan, jurusan Pendidikan Luar Biasa UM ini sama-sama menuntut kemampuan sosial humaniora dengan ilmu alam. Beberapa mata kuliah yang membuat PLB istimewa adalah neuroscience, enterpreneurship, penjas adaptif, dan anatomi fisiologi. 

Jadi selain mendapatkan ilmu mengenai cara penanganan anak normal maupun anak berkebutuhan khusus, mahasiswa juga bisa hidup mandiri baik secara finansial maupun kesehatan fisik dan mental.

Peluang Kerja Terbuka
Salah besar jika orang awam menganggap lulusan Pendidikan Luar Biasa akan kesulitan mencari pekerjaan. Di sini mindset yang ditanamkan oleh para dosen tidak terbatas bagaimana cara menjadi guru yang baik dan disenangi anak-anak. Para mahasiswa diberi brainwash bahwa setelah lulus nanti bisa bekerja di ranah apa saja, asalkan tetap komitmen mengabdi untuk kebutuhan pendidikan khusus di Indonesia. 

Mendirikan sekolah luar biasa baru, menjadi pejabat pemerintah, pengusaha dan yang lainnya tidak masalah asalkan bermanfaat bagi masyarakat. Namun walaupun tampaknya pasrah terhadap kehendak Tuhan, nyatanya banyak sekali mahasiswa semester atas yang bahkan belum lulus sudah dipesan oleh SLB maupun Therapy Center dan keluarga untuk menangani anak-anak spesial mereka.

Saking tingginya kebutuhan lulusan Pendidikan Luar Biasa di Indonesia yang oleh BPS Tahun 2010 dinyatakan 10% dari jumlah penduduk Indonesia keseluruhan, para dosen PLB UM bahkan sampai bingung harus mencarikan mahasiswa yang sudah selesai masa studinya karena memang jumlahnya sangat tidak seimbang dibandingkan kebutuhan lapangan.

Jika mahasiswa memiliki nilai plus seperti menguasai bahasa asing, maka peluang untuk melebarkan sayap ke luar negeri juga terbuka lebar. Di luar negeri Pendidikan Luar Biasanya sudah sangat maju. Sebut saja Amerika Serikat dan Finlandia. Menyadari hal-hal tersebut tadi di PLB UM mahasiswa diajarkan seluruh jenis hambatan pada anak berkebutuhan khusus. 

Harapannya dengan menyiapkan ketrampilan mengatasi seluruh jenis hambatan, tidak akan ada alasan ‘saya dulu waktu kuliah tidak mengambil autis’ padahal saat itu seluruh pendidik di SLB tersebut kewalahan mengatasi anak dengan hambatan autis tersebut, sementara anak berhambatan lain sudah tertangani dengan baik.


EmoticonEmoticon