Sunday, February 5, 2017

Cegah Orang Ketiga di Hubunganmu dengan Cara Berikut




sumber gambar : www.merdeka.com

Menjadi orang ketiga dalam hubungan tentunya bukanlah suatu cita-cita atau harapan dari wanita dan pria manapun. Namun tidak bisa kita pungkiri bahwa kadang-kadang ada saja kesempatan dan keadaan yang memaksa kita jatuh cinta pada orang lain selain pasangan sah. Di dalam hubungan pacaran saja PHO (Pengganggu Hubungan Orang) sudah dianggap sebagai parasit. Terlebih bila PHO ini muncul di antara ikatan suci pernikahan. Menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain cenderung lebih sulit diberantas daripada yang hubungannya masih main-main. Kata-kata pengganggu hubungan orang tidak akan cukup untuk membuat malu pihak yang berselingkuh. Bahkan hingga rumah tangga hancur, biasanya PHO tetap tidak merasa berdosa. Semua ini karena dia tetap mendapatkan apa yang dia inginkan. Entah harta salah satu pihak di dalam rumah tangga atau perhatian yang tidak didapatkannya dari pasangan sah sang PHO.

Namun kita tidak dapat begitu saja langsung menyalahkan pasangan sendiri dengan mengatakannya tukang selingkuh. Coba kroscek dulu ke diri sendiri. Apakah selama ini perhatian yang kita berikan sudah lebih dari cukup. Apakah sikap-sikap kita sehari-hari sering membuatnya jengkel atau bagaimana lingkungan kerja dan pergaulan pasangan kamu seharusnya sudah kamu kuasai. Jika kamu merasa semuanya baik-baik saja tapi nyatanya tetap saja ada PHO yang datang tak diundang, tentunya kamu butuh cara menyingkirkan orang ketiga agar pernikahan sakralmu tidak berujung sia-sia.

1.   Jangan Tergantung pada Pihak Ketiga

Penyebab paling klasik ada di cerita anak-anak muda. Biasanya ada dua orang bersahabat yang persahabatannya sudah sangat erat. Si A memiliki kekasih yang sedang ngambek. Lalu si A ini meminta bantuan dan nasehat dari sahabatnya, B. B kemudian masuk ke kehidupan pribadi mereka berdua dengan niat membantu. Tanpa diniatkan sebelumnya, ujung-ujungnya kekasih si A ini justru lebih nyaman dengan B dan merasa bosan pada A. Kalau sudah begini cara menghadapi PHO model bagaimana yang harus diterapkan ? Toh, A sendirilah yang meminta sahabatnya masuk ke dalam kehidupan pribadinya.

Sebutuh apapun kamu pada nasehat seorang teman, cukup mintalah bantuan padanya jika memang sangat mendesak. Jangan jadi seorang anak kecil yang setiap masalahnya harus diselesaikan orang lain. Kita cukup meminta nasehat dan saran saja. Selanjutnya tetap yang take action kita sendiri langsung. Orang yang semula dengan kamu bisa jadi musuhmu suatu hari nanti. Tidak ada yang perlu disalahkan bila yang terjadi adalah cerita semacam itu. Yang perlu dicari hanyalah solusi, bukan malah saling tuding dan menganggap tikungan tajam dimana-mana. Jadi mulai sekarang biasakan diri bersikap dewasa, mandiri serta waspada.

2.   Membatasi Diri

Masalah di dalam rumah tangga atau hubungan percintaan lain pasti akan selalu ada. Jangan meminta pasanganmu agar terus mengerti dan menghindari konflik karena itu sesuatu yang mustahil dilakukan. Kamu hanya perlu tahu tanda-tanda kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga.

Pada saat kamu dan si dia sedang dalam masalah kemudian ditambah beban pekerjaan semakin menumpuk, biasanya ada orang lain yang datang menawarkan bantuan maupun sekedar hiburan. Kamu boleh saja berjalan-jalan dengan siapapun sebatas melepas penat. Namun sebisa mungkin jangan bersama lawan jenis.

Ketika kamu membiarkan lawan jenis yang bukan pasanganmu terlalu sering menghiburmu dan dia berhasil, kamu pasti akan membandingkannya dengan pasanganmu. Lama kelamaan kamu bisa saja berandai-andai. Andaikan saja dia ini kekasihku, pasti aku lebih bahagia daripada saat ini. Pikiran-pikiran semacam ini seharusnya tidak dipelihara terus menerus. Namun itu adalah hal yang wajar bagi seseorang yang sedang dirundung masalah bertumpuk-tumpuk dan sedang memerlukan dukungan penuh dari seseorang tercinta.

Lebih baik batasi mulai sekarang seberapa jauh kamu membiarkan orang lain ikut mengatasi permasalahanmu. Mencegah lebih baik daripada mengatasi masalah orang ketiga. 

sumber gambar : www.beritakok.com

 

3.   Beri Waktu Dia Ikut

Jika kamu adalah seorang yang sibuk, kamu perlu memikirkan bagaimana perasaan pasangan ketika harus terlalu sering menahan rindu. Bagaimanapun juga, terikat atau belum seorang manusia tetap membutuhkan bukti dari kasih sayang pasangannya, bukan sekedar kata-kata.

Sesekali libatkan pasanganmu langsung saat kamu berkegiatan. Buat dia merasa bangga dan menjalin kepercayaan semakin kuat. Beritahukan pada teman-temanmu bahwa ada seseorang di rumah yang selama ini sudah mendukungmu sampai sukses. Dengan begitu kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga dapat tercegah sedikit karena biasanya para wanita atau lelaki butuh akan mendekati mereka yang memiliki materi namun miskin belaian.

4.   Buktikan Kepercayaan

Kamu bilang kamu percaya pada pasangan, tapi kamu selalu bertanya penuh nada curiga ketika dia di luar rumah. Janganlah terlalu sering bersikap over protektif, apalagi dalam keadaan normal. Kebiasaan terlalu mengekang, cuek padanya demi mendapat perhatian lebih tidak akan menjamin anti selingkuh.

Justru pasanganmu akan merasa bosan dan tidak dihargai kepercayaannya. Dengan itu, dia merasa wajar bila menerima kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga. Teruslah bersabar menunjukkan rasa peduli dan menyemangati kesibukannya. Dia pasti akan berpikir berkali-kali untuk melampiaskan rasa sepi atau bosannya saat kelelahan dalam pekerjaan karena ada kamu yang terus setia dan peduli.

1 comments

PHO. Tapi ada lo yang emang udah muka tebel banget gak malu sama sekali jadi PHO. Kayaknya emang kita yang harus membentengi


EmoticonEmoticon