Showing posts with label percintaan. Show all posts
Showing posts with label percintaan. Show all posts

Sunday, February 5, 2017

Cegah Orang Ketiga di Hubunganmu dengan Cara Berikut




sumber gambar : www.merdeka.com

Menjadi orang ketiga dalam hubungan tentunya bukanlah suatu cita-cita atau harapan dari wanita dan pria manapun. Namun tidak bisa kita pungkiri bahwa kadang-kadang ada saja kesempatan dan keadaan yang memaksa kita jatuh cinta pada orang lain selain pasangan sah. Di dalam hubungan pacaran saja PHO (Pengganggu Hubungan Orang) sudah dianggap sebagai parasit. Terlebih bila PHO ini muncul di antara ikatan suci pernikahan. Menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain cenderung lebih sulit diberantas daripada yang hubungannya masih main-main. Kata-kata pengganggu hubungan orang tidak akan cukup untuk membuat malu pihak yang berselingkuh. Bahkan hingga rumah tangga hancur, biasanya PHO tetap tidak merasa berdosa. Semua ini karena dia tetap mendapatkan apa yang dia inginkan. Entah harta salah satu pihak di dalam rumah tangga atau perhatian yang tidak didapatkannya dari pasangan sah sang PHO.

Namun kita tidak dapat begitu saja langsung menyalahkan pasangan sendiri dengan mengatakannya tukang selingkuh. Coba kroscek dulu ke diri sendiri. Apakah selama ini perhatian yang kita berikan sudah lebih dari cukup. Apakah sikap-sikap kita sehari-hari sering membuatnya jengkel atau bagaimana lingkungan kerja dan pergaulan pasangan kamu seharusnya sudah kamu kuasai. Jika kamu merasa semuanya baik-baik saja tapi nyatanya tetap saja ada PHO yang datang tak diundang, tentunya kamu butuh cara menyingkirkan orang ketiga agar pernikahan sakralmu tidak berujung sia-sia.

1.   Jangan Tergantung pada Pihak Ketiga

Penyebab paling klasik ada di cerita anak-anak muda. Biasanya ada dua orang bersahabat yang persahabatannya sudah sangat erat. Si A memiliki kekasih yang sedang ngambek. Lalu si A ini meminta bantuan dan nasehat dari sahabatnya, B. B kemudian masuk ke kehidupan pribadi mereka berdua dengan niat membantu. Tanpa diniatkan sebelumnya, ujung-ujungnya kekasih si A ini justru lebih nyaman dengan B dan merasa bosan pada A. Kalau sudah begini cara menghadapi PHO model bagaimana yang harus diterapkan ? Toh, A sendirilah yang meminta sahabatnya masuk ke dalam kehidupan pribadinya.

Sebutuh apapun kamu pada nasehat seorang teman, cukup mintalah bantuan padanya jika memang sangat mendesak. Jangan jadi seorang anak kecil yang setiap masalahnya harus diselesaikan orang lain. Kita cukup meminta nasehat dan saran saja. Selanjutnya tetap yang take action kita sendiri langsung. Orang yang semula dengan kamu bisa jadi musuhmu suatu hari nanti. Tidak ada yang perlu disalahkan bila yang terjadi adalah cerita semacam itu. Yang perlu dicari hanyalah solusi, bukan malah saling tuding dan menganggap tikungan tajam dimana-mana. Jadi mulai sekarang biasakan diri bersikap dewasa, mandiri serta waspada.

2.   Membatasi Diri

Masalah di dalam rumah tangga atau hubungan percintaan lain pasti akan selalu ada. Jangan meminta pasanganmu agar terus mengerti dan menghindari konflik karena itu sesuatu yang mustahil dilakukan. Kamu hanya perlu tahu tanda-tanda kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga.

Pada saat kamu dan si dia sedang dalam masalah kemudian ditambah beban pekerjaan semakin menumpuk, biasanya ada orang lain yang datang menawarkan bantuan maupun sekedar hiburan. Kamu boleh saja berjalan-jalan dengan siapapun sebatas melepas penat. Namun sebisa mungkin jangan bersama lawan jenis.

Ketika kamu membiarkan lawan jenis yang bukan pasanganmu terlalu sering menghiburmu dan dia berhasil, kamu pasti akan membandingkannya dengan pasanganmu. Lama kelamaan kamu bisa saja berandai-andai. Andaikan saja dia ini kekasihku, pasti aku lebih bahagia daripada saat ini. Pikiran-pikiran semacam ini seharusnya tidak dipelihara terus menerus. Namun itu adalah hal yang wajar bagi seseorang yang sedang dirundung masalah bertumpuk-tumpuk dan sedang memerlukan dukungan penuh dari seseorang tercinta.

Lebih baik batasi mulai sekarang seberapa jauh kamu membiarkan orang lain ikut mengatasi permasalahanmu. Mencegah lebih baik daripada mengatasi masalah orang ketiga. 

sumber gambar : www.beritakok.com

 

3.   Beri Waktu Dia Ikut

Jika kamu adalah seorang yang sibuk, kamu perlu memikirkan bagaimana perasaan pasangan ketika harus terlalu sering menahan rindu. Bagaimanapun juga, terikat atau belum seorang manusia tetap membutuhkan bukti dari kasih sayang pasangannya, bukan sekedar kata-kata.

Sesekali libatkan pasanganmu langsung saat kamu berkegiatan. Buat dia merasa bangga dan menjalin kepercayaan semakin kuat. Beritahukan pada teman-temanmu bahwa ada seseorang di rumah yang selama ini sudah mendukungmu sampai sukses. Dengan begitu kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga dapat tercegah sedikit karena biasanya para wanita atau lelaki butuh akan mendekati mereka yang memiliki materi namun miskin belaian.

4.   Buktikan Kepercayaan

Kamu bilang kamu percaya pada pasangan, tapi kamu selalu bertanya penuh nada curiga ketika dia di luar rumah. Janganlah terlalu sering bersikap over protektif, apalagi dalam keadaan normal. Kebiasaan terlalu mengekang, cuek padanya demi mendapat perhatian lebih tidak akan menjamin anti selingkuh.

Justru pasanganmu akan merasa bosan dan tidak dihargai kepercayaannya. Dengan itu, dia merasa wajar bila menerima kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga. Teruslah bersabar menunjukkan rasa peduli dan menyemangati kesibukannya. Dia pasti akan berpikir berkali-kali untuk melampiaskan rasa sepi atau bosannya saat kelelahan dalam pekerjaan karena ada kamu yang terus setia dan peduli.

Read More

Tuesday, January 10, 2017

Yakin Mau Bergantung Terus Ke Satu Penyemangat ?

sumber gambar : www.twitter.com

Setiap orang memiliki impian dalam hidupnya. Tak terkecuali aku dan kamu yang sedang membaca tulisan ini. Beberapa hari yang lalu ada seorang teman request artikel bertopik cara mencari penyemangat. Mungkinkah penyemangat bisa dicari ? Bagaimana bila menurutku penyemangat itu muncul tak diundang dan pulang harus diantar macam jalangkung ?. Mengerikan sekaligus merepotkan.

Aku bilang sih ‘pertemanan sama seperti percintaan, ia selalu memiliki banyak kriteria idaman namun tak pernah menang dari rasa nyaman yang muncul tanpa diharapkan.’ Pernah nggak sih kamu tiba-tiba memikirkan seseorang yang kamu sendiri belum pernah dekat dengannya ? Apakah itu namanya cinta ? Oh belum tentu. Namun yang jelas kamu jadi lebih semangat menjalani hari-hari. Tugas sekolah yang dulu selalu dikeluhkan sekarang lebih sering dikerjakan. Tujuannya satu, mendapatkan pujian dari si doi. Setidaknya dilirik atau mendapat kesan positif lah di matanya.

Berbicara penyemangat bagi anak muda, sebenarnya nggak melulu harus berupa lawan jenis. Yang penting dia membuat kamu lebih semangat menjalani hidup, ya sudah itu namanya penyemangat. Tapi kita sering menyalah artikan dengan menganggap penyemangat sebagai lawan jenis yang selalu bisa membuat tertawa. Special someone nggak harus berakhir kencan kan ?.

Ketika kamu dalam kondisi malas tingkat dewa, merasa seluruh masalah hidup di tanganmu dan tidak ada yang bisa membantu menyelesaikan, penyemangat ini datang dari orang yang tak diduga. Pengalamanku sih malah teman yang jarang interaksi tiba-tiba tanya kenapa, ngajak diskusi tentang masalahnya, kasih semangat dan bikin percaya kalau pasti bisa melewati segalanya. Sementara kekasih sendiri tidak selalu sepeka itu. Jadi aku menganggap penyemangat tidak harus pacar. Itu adalah pikiran sempit, whiz.

Ketika kamu terlalu menyandarkan segalanya pada seorang pacar lalu membiarkan teman-temanmu bermain bersama tanpa kamu, hati-hati lho. Terlalu bergantung pada seorang penyemangat saja akan menjadi bumerang menyakitkan bagi kamu sendiri. Suatu saat bila kamu bermasalah dengan penyemangat hidup itu, kamu sudah tidak punya teman setia. Mereka yang dulu kamu nomor duakan mau saja datang, tapi kamu harus memanggil mereka. Memberitahunya kalau kamu sedang terluka dan butuh pertolongan.

Tidak semua orang pandai mengendalikan dirinya. Sebagian orang malu memberitahu temannya akan kondisi buruk yang menimpa setelah pernah menjadikan mereka tidak lebih penting dari pacar. Yang lebih menyakitkan, sekarang harus kehilangan keduanya. Padahal jika diperlakukan secara seimbang, teman setia akan jauh lebih berharga dan awet untuk dijadikan penyemangat dibandingkan lawan jenis yang kamu anggap istimewa itu.

Ingat kata-kataku ini ya. Di awal hubungan khusus, gebetanmu tidak akan langsung menunjukkan jati dirinya. Dia hanya menunjukkan beberapa sisi dalam dirinya saja yang kira-kira dapat menarik perhatianmu. Kalau kamu sudah tertarik dan jatuh, biasanya cowok akan merasa bosan. Namanya juga laki-laki, selalu bernafsu jadi pemburu. Apalagi jika masih dalam masa pubertas. Nggak heran banyak cowok menjadi penyemangat beberapa perempuan, tapi hatinya, who’s know ?.

Dalam kasus ini aku berpikir bahwa menjalin persahabatan dengan banyak orang akan memiliki banyak efek positif. Selain lebih mudah cari hutangan duit juga kuatnya back up semangat saat kita jatuh. Jika Cuma disandarkan ke satu orang saja, tidak ada yang mau menjamin dia akan terus berada di pelukanmu selamanya. Padahal dalam perjalanan hidup sendiri ada banyak rintangan yang masih belum tampak mata. Nanti jika kesulitan itu datang, barulah kamu tahu siapa yang perlu disemangati. Apakah kamu atau orang yang selalu kamu gandeng itu.

Pertama sih jalin komunikasi yang baik sama semua orang. Kamu boleh saja nggak suka sama seseorang, tapi jangan sampai menunjukkannya terlalu berlebihan hingga orang lain yang nggak punya urusan jadi mengganggap kamu itu pendendam. Bersikaplah sewajarnya. Setidaknya kamu mampu bilang ‘hai’ ke mereka yang kamu benci dan pastinya lebih ramah lagi ke teman lainnya. Kenapa kamu harus nglakuin ini ? Karena suatu saat kamu pasti akan butuh mereka tanpa kamu bisa kehendaki.

Yang sekarang kamu benci tapi dia tidak tahu perasaan itu hingga mengganggap kamu orang baik bisa jadi penolong pertamamu saat jatuh. Di waktu itulah rasa bencimu pasti memudar perlahan dan kamu pasti lebih semangat lagi menjalani hidup karena ada perubahan penting dalam pemikiran penilaianmu. Jika kamu orangnya emosional, jangan langsung bilang ‘aku nggak bisa kayak gitu.’ Aku juga nggak menyuruhmu harus bersikap seperti itu kok J.

Buat anak emosional, pasang saja wajah skeptis seakan nggak peduli. Yang penting jangan sampai menyerang tanpa alasan. Itu justru menunjukkan kamu stress karena menyerang orang tanpa sebab. Orang lain mengganggap kamu memang sedang cari gara-gara demi meluapkan emosi negatif yang sudah bertumpuk di diri. Teman yang kamu benci pasti sadar ada yang nggak beres dengan sikap skeptismu. Kalau dia bijak, kemungkinan dia akan mengapresiasi usahamu mengendalikan kebencian. Kalau benci simpan saja sendiri, jangan ngajak teman lain ikut membenci orang. Apalagi sampai buat cerita aneh-aneh.


Pada akhirnya penyemangat bisa datang dari arah mana saja selama kamu sendiri menjalin hubungan baik dengan semua orang tanpa ketimpangan parah. Jadi misal kamu punya hubungan khusus sama seseorang. Boleh saja kok. Asalkan kamu juga tetap datang di pesta ulang tahun teman, membantu ibu masak, mengantarkan adik sekolah dan interaksi lain dengan orang sekitar. Jalin yang baik, pasti nanti nggak sulit dapat penyemangat. Soalnya orang-orang merasa senyum kamu penting, jadi mereka berusaha mengembangkannya di bibir kamu. Nggak percaya ? Coba aja dulu.
Read More

Wednesday, January 4, 2017

Inilah Langkah-langkah Merebut Hati Calon Mertua Sejak Pertama Bertemu

sumber gambar : iqbalhafifi.com


Tidak semua orang dapat menguasai cara bicara kepada orangtua untuk menikah, sekalipun dia sudah terbiasa presentasi bisnis di depan rekan-rekan jaringan pentingnya. Menyusun kata-kata minta restu orangtua memang mudah, tetapi untuk mempraktekkannya itu yang susah. Beberapa orang malah grogi duluan sebelum berhasil menarik perhatian orangtua kandung maupun orangtua mertua. Kalau kejadiannya sudah begini, sulit rasanya menjaga anaknya agar tetap di pangkuan kita. Segalak, seprotektif dan sedingin apapun orangtua kekasih kita, mereka tetaplah calon orangtua kita suatu hari nanti. Tidak bisa dikatakan sebagai hubungan serius bila hanya berani bermesraan dengan anaknya tanpa meminta izin yang punya –calon mertua. Terkadang kesan-kesan penerimaan buruk yang terlintas di pikiran kita bukanlah kenyataan, namun hanya bayangan ciptaan ketakutan diri sendiri. Untuk mengatasinya, Anda harus memahami cara mendapat restu orangtua untuk menikah sebagai bekal meminta baik-baik hak asuh anak sehingga membahagiakan sekaligus meringankan beban calon mertua.
1. Optimis 
Bekal paling murah yang tidak akan mengorek kantong Anda sebagai pembuktian kesiapan meminta doa agar direstui orangtua pacar yaitu optimis. Sekalipun Anda datang ke hadapan mereka membawa sekotak pizza lengkap dengan minumannya, jika calon mertua bukan orang gila harta maka pasti tetap mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting. Jadi tidak semua orangtua bisa disogok melalui bingkisan. Namun bukan berarti hanya datang saja dengan tangan kosong. Bingkisan yang diberikan dengan cara optimis akan mengambil simpati calon mertua sejak awal kedatangan. Jangan mentang-mentang punya banyak uang lantas menitipkan seluruh bingkisan langsung ke pacar tanpa pernah datang secara gentleman, sendirian dan langsung berhadapan ke calon mertua.

Perhatikan pula pakaian yang cocok dikenakan berikut tatanan penampilannya. Mereka memang tidak menilai pantas tidaknya melepas anak hanya dari penampilan luar kita. Tapi ingat, kesan pertama dapat disimpulkan dari gaya penampilan dan pakaian yang dikenakan. Jika bukan acara formal dan memang sedang bebas beraktivitas, jangan memakai seragam kantor hanya demi pamer pangkat. Beberapa orangtua akan lebih ganas mengajukan pertanyaan bila Anda berusaha menguatkan posisi ini.

2. Apa Adanya
Menjadi apa adanya bukan berarti bebas mengatur cara duduk atau pilihan kata sewaktu berbicara. Salah satu unsur paling ditekankan dalam cara mendapatkan restu orangtua menurut Islam adalah berbicara jujur. Tidak ada kan orang yang ingin menerima barang polesan ?. Di awal tampak baik dan berkualitas, nyatanya hanya beberapa bulan setelah diterima sudah bobrok dan baru kelihatan jeleknya.

Ketika Anda berbincang bersama calon mertua, biasanya mereka akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar diri Anda. Optimis akan menjadi bekal utama yang membantu Anda sukses melewati tahap ini. Jawab saja semuanya secara jujur, jangan ada yang ditutupi kecuali Anda sebenarnya tidak serius mencintai serta ingin menikahi anaknya. Ketika Anda berbohong maka akan tampak grogi. Sebaliknya, sewaktu grogi bisa saja mertua mengambil kesimpulan Anda sedang berbohong atau belum siap ke tahap yang lebih serius. Jagalah mood dan bahasa tubuh agar jangan sampai merugikan Anda sendiri.

3. Perbincangan
Salah satu cara meyakinkan orangtua agar direstui adalah memastikan hati mereka sudah Anda genggam. Berceritalah seputar aktivitas di luar rumah yang Anda jalankan saat ini. Proyek pekerjaan apa saja yang sedang Anda tangani, bagaimana seluk beluk dunia kerjanya, kegemaran mengisi waktu luang serta berbagai hal seputar diri sendiri. Jangan dulu menyinggung poin utama untuk melamar putrinya. Apalagi jika pertemuan baru dilakukan pertama kali. Para calon mertua ingin mengenal dulu bagaimana sosok calon menantu pilihan anaknya. Apakah kira-kira sudah cukup memenuhi kriteria menantu idamannya atau belum.

Pada saat perbincangan biasanya ada beberapa menit dimana semua orang diam. Keadaan ini akan membuat beberapa laki-laki yang tidak menempatkan modal optimis menjadi kikuk. Mereka biasanya akan membuat smartphone sebagai pelarian. Padahal hal ini akan berdampak buruk pada kesan orangtua. Anda terlihat sebagai laki-laki yang gagal menempatkan diri dan belum memahami cara bersopan santun saat bertamu dengan orang-orang penting. Calon mertua lebih penting daripada seluruh rekan bisnis Anda karena merekalah pemilik pendamping hidup yang nantinya akan menemani Anda berjuang hingga titik riwayat hidup berakhir.

Ikuti saja alur yang sudah disiapkan orangtua pacar Anda. Sesekali bolehlah Anda ajukan pertanyaan balik mengenai masa muda mereka. Bagaimana awal berkarir, sekarang kesibukannya apa dan tentunya beberapa isu menarik belakangan ini pasti bisa mencairkan kebekuan suasana. Jadi daripada kehabisan bahan menceritakan diri sendiri lalu dianggap kurang sopan karena bermain smartphone, lebih baik ganti ciptakan pertanyaan ringan kepada orangtua.

Jangan hanya menjawab ya, tidak, terserah ketika ditanyai calon mertua. Tunjukkan bahwa Anda bukan hanya kuat memberi cinta pada anaknya tetapi memang pantas. Jadi ketika Anda ditanyai sebuah topik, jawablah sebisa Anda dalam bentuk uraian kecuali pertanyaannya memang hanya butuh kepastian ya atau tidak. Jangan terlihat bodoh, gugup, tidak update berita, gagal mengimbangi mertua dan kesan-kesan mengerikan lainnnya.

4. Ramah 
Bersikap ramah bukan hanya kepada pacar Anda. Sebagai calon bagian dari keluarga yang akan Anda datangi, ramahlah pada semua anggotanya. Entah itu orangtua, kakak, adik atau bahkan pembantunya sekalipun. Ciptakan kesan Anda enak diajak ngobrol, memiliki pengetahuan lua di berbagai bidang informasi dan tentunya tetap natural. Jangan sampai sikap gugup Anda membuat kesan tidak menyenangkan pada salah satu anggota keluarga lalu mereka yang tidak menyukai balik membujuk calon mertua atau pacar agar tidak melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Begitu cara meraih simpati di pertemuan pertama dengan orangtua. Selamat mencoba.

Read More

Friday, December 23, 2016

4 Langkah Mudah Memperbaiki Hubungan Cinta Yang Retak

sumber gambar : doktercinta.info


Cara memperbaiki hubungan yang renggang memang tidak mudah. Sebelum kalian sejauh matahari pasti pernah sedekat nadi, dan inilah yang membuat batasan canggung terus menghantui. Kadang-kadang sulitnya memaafkan orang yang telah kita percaya sepenuhnya memang membutuhkan energi ekstra dibandingkan mengampuni orang lain yang masih asing dalam kehidupan kita. Pertanyaannya, benarkah kamu sudah rela dia membangun hubungan baru dengan orang lain ?. Selama cara memperbaiki hubungan yang hampir hancur masih bisa diusahakan, mengapa langsung menyerah begitu saja ?. Bukankah memulai perkenalan, nyaman, bercerita segalanya tentang keluh kesah kehidupan, menjalani hari-hari buruk tanpa merasa sendiri, dan segala kenangan yang sudah terlewati bersamanya tidak mudah digantikan oleh orang lain yang bahkan kamu sendiri belum tahu siapa penggantinya.
Sebelum ada masalah yang membuat kamu datang mencari cara mengembalikan hubungan yang retak dalam percintaan ini, pasti ada sesuatu hal yang terjadi. Mungkin saja kesalahan telah kamu perbuat, namun kamu tidak merasakannya. Kadang-kadang bisa jadi pihak yang bersalah adalah kekasihmu, tapi dia sedang mengalami kondisi tertentu sehingga menyalahkan kamu. Sudah, jangan terlalu larut dalam kesedihan. Kamu masih bisa kok menyambung kembali, begini cara memperbaiki hubungan yang hampir putus.
1. Jangan Mendesak
Rasa khawatir diputuskan atau marah dalam jangka waktu panjang biasanya mendorong kita merengek kepada kekasih. Tidak semua orang akan luluh seketika dengan sikap semacam ini. Malah beberapa laki-laki yang notabenenya bersifat keras membutuhkan waktu sendiri agar bisa berpikir jernih. Cukup jelaskan saja duduk perkara yang membuat kalian bertengkar. Uraikan segalanya dengan jujur. Jika dia tidak mau mendengar, bukan berarti cara memperbaiki hubungan yang rusak dengan pacar gagal. Pahamilah, dia hanya sedang membutuhkan waktu agar tidak mengambil keputusan sembrono. Jadi jangan terlalu mendesaknya. Yang ada nanti dia malah bertindak spontan seperti refleks mengatakan ‘putus’ atau pernyataan lain penyebab sakit hati.
2. Turunkan Ego
Setiap manusia memiliki tingkat egois masing-masing. Ada orang yang terkenal egois ketika sudah berhadapan dengan kekasihnya malah lunak dan selalu mengalah, ada. Inilah cara memperbaiki hubungan dengan pacar setelah bertengkar. Teruskan saja mengeluarkan semua uneg-uneg yang ada di hati, semuanya, jangan ada yang tersisa. Setelah masing-masing mengungkapkan jalan pikirannya, barulah kalian akan sadar posisi kekasih bagaimana. Cobalah membuka telinga untuk kekasihmu. Dia tidak akan bersamamu, tidak akan marah, tidak akan ngambek dan tidak akan peduli lagi jika memang sejak awal hubungan tak didasari rasa cinta. Jadi turunkan keegoisanmu dan mulailah mempraktekkan cara ini supaya hubungan tidak makin sakit.
3. Ingatkan Ikatan atau Komitmen
Setelah saling mendengarkan isi hati masing-masing, kamu kan sudah paham bagaimana cocoknya hubungan ini, diteruskan atau break dulu. Bila ternyata kekasihmu sudah halal, maka cara memperbaiki hubungan suami istri yang retak adalah dengan mengingatkan kembali ikatan sah yang sudah diikrarkan pada saat menikah. Tetapi bila masih belum, coba pertegas lagi kekuatan komitmen di awal hubungan. Apakah dulunya kalian memang berpacaran hanya sekedar main-main atau mengisi waktu senggang saja ?. Aku yakin, jika hanya sebatas itu, tidak mungkin kamu akan sampai membaca artikel ini sampai selesai.
4. Change
Berubahlah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kamu boleh saja menjadi seperti yang diinginkan oleh kekasihmu setelah ia mengutarakan semua keluh kesahnya. Tapi jangan sampai menjadi orang lain hanya karena sedang mempraktekkan cara memperbaiki hubungan dengan mantan pacar. Alasan yang pertama, dia belum tentu jodohmu, yang kedua ‘sadarlah cinta sejati tidak akan memaksakan sebuah perubahan lalu kalau sudah bosan berjuang ditinggal begitu saja. Cinta yang sesugguhnya pasti dengan sabar menghadapi sifat buruk kita meskipun disakiti berkali-kali.’ Eits, bukan berarti aku mengizinkan kamu tetap pada sifat buruk yang membuat kalian berantem. Jika memang sayang, jangan menyiksanya terus agar  memaklumi sifatmu. Berubahlah menjadi lebih baik agar dia tidak putus asa memperjuangkanmu.
Read More